Sebuah jalanan sepi, yang melintasi pinggiran kota lain yang dingin. Jauh dari sesuatu yang kucinta, tujuan yang sulit kudapatkan. Sekilas aku mengenang kata-kata yang telah kau ucapkan kepadaku. Tetapi itu tidak bisa menolongku, tapi hanya bisa berharap, kalau saat itu aku ada disana. Kembali ke tempat dimana yang seharusnya kucintai, oh yeah..
Ya ALLAH, hanya satu hal yang ku minta dariMu, yaitu untuk menjaga dirinya saat aku tak ada di sampingnya, Ketika aku terlalu jauh darinya. Kami semua membutuhkan, seseorang yang benar-benar tulus setia kepadaMuTetapi aku meninggalkannya, saat aku menemukannya, Dan sekarang aku berharap seandainya dulu aku tetap disana. Karena aku kesepian, dan aku lelah. Sekarang ku merindukanMu lagi. Sekali lagi..
Tak ada sesuatu apapun disini untukku di jalan yang tandus ini. Tak ada seseorangpun disini ketika kota terlelap dan semua toko telah tutup. Meski tak dapat menolongku, tetapi ku tetap berpikir, mengenang saat-saat kita bersama. Foto-foto dan beberapa kenangan akan membuatku merasa tegar, oh yeah..
Ya ALLAH, hanya satu hal yang ku minta dariMu, yaitu untuk menjaga dirinya saat aku tak ada di sampingnya,Ketika aku terlalu jauh darinya. Kami semua membutuhkan, seseorang yang benar-benar tulus setia kepadaMuTetapi aku meninggalkannya, saat aku menemukannya, Dan sekarang aku berharap seandainya dulu aku tetap disana, Karena aku kesepian, dan aku lelah. Sekarang ku merindukanMu lagi. Sekali lagi..
Berkali-kali kucari, tak pernah menemukan jalanTak lama kemudian, semuanya sia-siaAku menemukanmu, sesuatu berkata kepadaku untuk bertahan. Aku menyerah, cara yang egois, Dan betapa aku merindukan seseorang untuk kupeluk, Saat harapan mulai memudar.Sebuah jalanan sepi, yang melintasi pinggirian kota lain yang dinginJauh dari sesuatu yang kucinta, tujuan yang sulit kudapatkan..Ya ALLAH, hanya satu hal yang ku minta dariMu, yaitu untuk menjaga dirinya saat aku tak ada di sampingnya, Ketika aku terlalu jauh darinya. Kami semua membutuhkan, seseorang yang benar-benar tulus setia kepadaMuTetapi aku meninggalkannya, saat aku menemukannya, Dan sekarang aku berharap seandainya dulu aku tetap disana, Karena aku kesepian, dan aku lelah. Aku merindukannya lagi. Sekali lagi..
Senin, 09 April 2012
Rabu, 28 Maret 2012
Yang Aku Tau Semua Hanya Satu
Yang aku tau semua hanya satu, hanya sekali, yang pertama sekaligus yang terakhir. Begitu juga tentang kehidupan, satu nyawa yang hanya untuk sekali hidup di bumi, tidak ada yang ganda, untuk siapapun, tak terkecuali.
Berkali-kali aku bermimpi tentang mati, tentang dunia setelah hidup di bumi, jujur saja aku takut, bukan karena aku selalu berbuat dosa, tapi juga bukan berarti aku selalu berbuat baik. Banyak hal yang mungkin tidak bisa aku ungkapkan alasannya. Aku tak pernah siap untuk menjadi nyata, entah sampai kapan aku bisa siap dengan kematian, tapi bagi-Mu Tuhan, tak pernah ada kata siap atau tidak dari makhluk yang ingin Engkau ambil nafasnya.
Aku tau, aku sadar, ada sesuatu dalam diriku yang sudah tak sama lagi dengan manusia lainnya, dari luar mungkin tak jauh beda dengan yang lainnya, sesuatu yang terkadang membuat aku sakit, yang membuat aku sadar akan nyawaku yang hanya satu, tentang nafasku yang bisa diambil kapan saja. Aku hanya makhluk lemah, makhluk kecil dihadapan-Mu. Semua milik-Mu, dan hanya akan kembali kepada-Mu.
Aku mencoba, selalu berusaha untuk tidak pernah mengeluh. Ibu, ayah dan kakakku, kalian kekuatanku, malaikatku yang hingga sekarang mampu membuatku bertahan. Tapi semua tak pernah lepas dari keagungan-Mu Tuhan. Kakak keduaku yang sekarang sudah berada dalam pelukan-Mu, yang tak pernah aku tau raut wajahnya, ia pasti sudah bahagia disana, yang pasti akan menjemput Ibu bila sudah tiba waktunya nanti.
Satu hal yang menjadi harapanku, aku ingin membahagiakan mereka sebelum Tangan lembut-Mu meraih nyawa ini untuk kembali. Aku rindu dekapan-Mu Ya Alloh, Tuhanku. Berkali-kali aku merasa jauh dari-Mu, berkali-kali aku menduakan cinta-Mu. Semoga Engkau selalu memaafkanku. Jangan Kau biarkan aku terkorban Tuhan, dengan keindahan dunia yang hanya sementara ini. Amin
Langganan:
Komentar (Atom)